Tugas Pertemuan - 6
Nama : Farrel Akmalazmi Nugraha
NRP : 5025221138
Kelas : KPPL E
Prototipe Solusi Technical Support System dengan pendekatan Waterfall atau Agile Development
1. Pendekatan Waterfall
Pendekatan Waterfall adalah metodologi yang terstruktur secara linier di mana setiap fase harus selesai sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Pendekatan ini cocok untuk proyek yang jelas persyaratannya sejak awal.
Tahap 1: Requirement Analysis
- Identifikasi kebutuhan pengguna dan sistem.
- Fitur-fitur utama TSS:
- Pendaftaran tiket support.
- Klasifikasi dan prioritas tiket.
- Penugasan tiket ke agen support.
- Pemantauan status tiket.
- Notifikasi kepada pengguna tentang progres.
- Solusi berbasis pengetahuan (knowledge base).
Tahap 2: System Design
- Desain arsitektur sistem, termasuk front-end dan back-end.
- Buat diagram alur, skema database, dan desain UI/UX.
- Teknologi yang digunakan:
- Front-end: HTML, CSS, JavaScript
- Back-end: PHP, Node.js, atau Python (misalnya, Flask atau Django)
- Database: MySQL atau PostgreSQL
Tahap 3: Implementation
- Front-end: Buat form untuk pengguna mengajukan tiket, serta halaman dashboard untuk agen melihat dan mengelola tiket.
- Back-end: Bangun API untuk menangani tiket (CRUD) dan autentikasi agen.
- Database: Buat tabel untuk tiket, pengguna, dan agen.
Tahap 4: Testing
- Uji sistem dengan skenario pengguna dan agen.
- Pastikan semua fungsi berjalan sesuai kebutuhan.
Tahap 5: Deployment & Maintenance
- Implementasikan sistem di server produksi dan berikan dokumentasi untuk maintenance.
2. Pendekatan Agile Development
Pendekatan Agile lebih fleksibel dan iteratif, dengan fitur-fitur dikembangkan dalam sprint yang lebih pendek dan melibatkan feedback pengguna secara berkala.
Sprint 0: Initial Planning
- Buat backlog produk yang berisi daftar fitur utama dari TSS.
- Tentukan durasi sprint (biasanya 1-2 minggu).
- Bentuk tim dan tetapkan peran (Product Owner, Scrum Master, Development Team).
Sprint 1: Pembuatan Dasar Sistem
- Fokus pada fitur inti seperti pendaftaran tiket.
- Buat prototipe UI sederhana (formulir pengajuan tiket).
- Implementasi back-end sederhana untuk menyimpan tiket dalam database.
Sprint 2: Peningkatan Fungsi
- Tambahkan fitur untuk klasifikasi tiket (misalnya, berdasarkan tingkat keparahan).
- Pengelompokan dan penyortiran tiket oleh agen.
- Mulai bekerja pada dashboard agen untuk mengelola tiket.
Sprint 3: User Feedback & Refactoring
- Berdasarkan feedback pengguna, lakukan perbaikan dan refactor kode.
- Tambahkan fitur seperti notifikasi dan eskalasi tiket.
Sprint 4: Finalization & Deployment
- Penyempurnaan fitur, seperti integrasi dengan sistem notifikasi (email atau SMS).
- Lakukan tes pengguna (user acceptance testing).
- Implementasi ke server produksi.
Komentar
Posting Komentar